 | Ayo Kita Bekerja! | |
  | Photo | |
Buat yang kangen sama jatinangor... 12 Photos, 23 comments
amanah ... 1 Photo, 11 comments
"Ruh" kehidupan 3 Photos, 5 comments
|
  | Coretan Pena | |
  | Curhat | |
- INNALILLAAHI, AYA HACKER DI MP KU...ADA YANG BISA BANTU MENGHAPUS KIRIMAN DI GUESS BOOK?
- Aku sempat berfikir,,hanya selewat saja....kenapa sih kok setelah menikah, akhwat itu jadi sangat manja?...sedikit2 minta diantar, sedikit2 minta dijemput..anak rewel di acara, telefon suami minta jemputin anaknya...hih!..kesel ngeliatnya....kumaha,tah?
- Empati yang Kian Jarang Ditemukan
DUA hari ke belakang, sepulang dari kampus untuk kerja-da'wah, aku langsung pulang. Badan rasanya ga puguh. Aku agak lama menunggu angkot,karena saat2 jam pulang kantor, angkot mendadak jadi seleb. Susah ditemukan. Kulihat orang-orang di sekitar, sepanjang sisi kiri, berjejer beberapa orang yang berdiri dengan gaya yang sama. Gaya menunggu angkot sambil sesekali celingak celinguk.
Lama.Ada sih angkot yang ngetem. Tapi aku tak mau pakai angkot yang ngetem. Bisa setahun nungguin untuk maju....Tapi badanku udah ga kuat. Akhirnya aku mengalah. Aku naik angkot yang ngetem. Pikirku, "Ga apa lah, saling bantu...simbiosis mutualisme..aku butuh segera duduk untuk menetralkan badanku sedikit, Tukang angkot butuh uang untuk menafkahi keluarganya.
Aku agak lama terduduk. Sengaja aku pilih kursi di depan, agar pandanganku agak luas ke depan. Itu mengurangi kemungkinan ketakseimbangan di alat keseimbangan di telingaku. Mengurangi mual, maksudnya!
Aku jadi berfikir sambil menikmati pemandangan sekelilingku. Di arah jam sebelas, aku melihat seorang perempuan muda, sekitar 30 tahunan. Sepertinya, dari gaya nonverbalnya,aku menebak dia sedang menunggu seseorang. Sesekali ia melirik jam di pergelangan tangannya yang selalu ia lipat di depan dadanya. Sesekali ia celingukan. TIba-tiba ia menghampiri counter pulsa di belakangnya. "Mas, bisa minta pulsa?, Tanyanya. "Wuiih, saluuut...beraninya."...Aku pikir kalo itu aku, aku tak akan seberani itu. Lebih baik aku mencari wartel....bagiku, itu adalah pilihan terakhir.
Tapi ga apa lah...wong cuma pulsa sms paling...
Eh, tapi ...sebentar..aku melihat si teteh itu mengambil hp lalu memijit nomer tertentu dan mulai bicara...lumayan, sekitar satu menit...lebih sedikit,kayaknya....si mas yang empunya hp cuma cengar cengir sambil melirik kawannya. Mngkin ia tak menyangka, si teteh minta pulsa untuk menelpon...Mungkin ia pun berfikir sama denganku...hanya pulsa sms..
Setelah selesai telfon, si teteh itu berterima kasih dan berlalu....is that all?....
Angkotku mulai melaju. Pa supir dengan sigt mulai beraksi. Ia ambil sesuatu di saku celananya, lalu mulai menyalakan .....rokok!...waduuh!....apa ia tak berfikir ruang angkot itu hanya segitu-gitunya, lalu ia penuhi dengan asap rokok. Ia mengisap rokok seperti orang kehausan, terus2an....kayak lokomotif...aku pikir, ini cara merokok yang aneh juga...Tak puas sampai itu, ia menyalakan rokok kedua setelah yang pertama habis dalam waktu kurang dari 15 menit. Satu hal yang membuat salut adalah ia tak pedulikan sama sekali bahasa nonverbal penumpang disebelahnya. Aku berdua dengan satu penumpang lain. Asli, dia cuek bangeeeed...lempeng...cuma sesekali melirik ke arah ku yang melontarkan aksi pandangan maut. Ini adalah jurusku kalo ada org tak tahu diri di depanku. Aku pandang dia tak henti. Tak langsung ke arahnya sih..he..he...pake strategi,laah....tapi satu atau dua senti ke arah di sampingnya. Sehingga ia pun merasa dipandang, tapi tidak dipandang, begitu...he..he..ngerti,ga sih?...
Mungkin sebenarnya, ia pun sadar sudah mengganggu kenyamanan kami. Tapi ia tak mampu mengendalikan keinginannya untuk merokok, jadi ia biarkan kami termegap-megap oleh asap rokoknya....is that all?
Aku turun terpaksa...hih! daripada menzholimi diri...
Terakhir, tadi sore, sama ketika aku pulang dari kerja-dak'wahku...dengan angkot yang sama...he..he..maklum, sejak aku mulai mengandung, aku tak boleh naik motorku..jadi agak ribet,sih..ribet di waktu dan di ongkos...tapi itu tak membuatku mengeluh..toh untuk kebaikan kami juga...
Oh ya, diangkot yang aku naiki, agak penuh...aku naik dan duduk tepat di belakang supir. Di sampingku sudah ada beberapa orang ibu yang berbadan cukup subur. Tapi, masih ada ruang kosong di dekat pojok...
Selang dua menit setelah aku naik, angkot berhenti lagi...rupanya seorang ibu hamil dan seorang temannya yang menggendong bayi akan naik. Orang2 di sebelahku asyik teru mengobrol. mereka tak pedulikan dua orang yang baik dengan beban itu..akhirnya , ibu hamil dan temannya yang membawa bayi itu naik dan terus duduk di ujung angkot dengan susah payah....
Duuuh, apa sih susahnya berbagi kelapangan?...aku berfikir, apa mereka tak merasakan beban kedua ibu itu, baik yang hamil maupun yb membawa bayi...apa susahnya bergerser dan membuat mereka duduk dengan mudah dengan beban yg mereka pikul...iih, ga ngerti,ah...sedangkan posisiku tak memungkinkan untuk bergerak.
Aku melirik mereka, lalu hanya bisa terdiam dan menghela nafas...aku teringat sebuah hadits siapa yang melapangkan bagi suadaranya, maka Allah akan melapangkan urusanya...aku mengimani hadits itu...sepenuhnya.
Lantas aku berfikir lagi...saat ini...rasanya sangat sulit mencari aplikasi sebuah kata : "empati"
Ada yang salah dalam pembinaan umat ini...ada missing link, sehingga pendidikan wajib 9 tahun itu tak berhasil menumbuhkan satu kata "empati"...
Bahan evaluasi untuk semua...
  | Music | |
Buat yang penuh cnta dan sedang mencari cinta..... Cari cinta yang abadi aja.... Cintanya yang punya semua cinta... Cintanya yang Maha Mencinta...
  | Links | |
  | Reviews | |
Teknik Membuat Resensi Buku Beruntung orang yang suka membaca buku. Mereka yang gemar membaca buku akan terbuka wawasannya, tidak kuper dan cupet pandangan. Mereka juga akan mengerti informasi selain yang dipikirkannya selama ini, referensi dan... more
 |  |  | |
| |